dialah orang pertama yang paling berdosa

Pengen tau, siapa orang pertama yang paling berdosa karena telah merusak dan meracuni kehidupan umat manusia di dunia ini?
CRISTOBAL COLON (nama kelahiran Cristoforo Colombo) alias columbus adalah orang pertama dan yang paling `berdosa` pada dunia karena telah memperkenalkan biji tembakau yang sampai saat ini terus menjadi idola. Berawal, ketika ia mendarat di pulau Walting, Amerika Tengah, pada tanggal 12 oktober 1492, Columbus membawa biji tanaman tembakau ke Sepanyol dan membagi-bagikannya pada siapa saja yang berminat. Rupanya, biji tembakau yang semula dipelihara hanya untuk sebagai tanaman hias, karena warna  bunganya yang kuning dengan mahkota merah jambu, tembakau menjadi tanaman hiasyang eksotis dan menarik untuk dipelihara. Namun, akhirnya Columbus mmberitahu kepada ilmuwan, bahwa daun tembakau itu dibakar atau dihisap dengan mulut oleh oranng indian. Columbus juga mengatakan bahwa asap tembakau bisa menenangkan perut keroncongan dan jantung deg-degan disaat gelisah. Ternyata apa yang diakatakn Columbus itu benar, khasiat tembakau sebagai penenang itu memang mujarab. Akhirnya, berita tentang tembakau itu sampai pada seseorang Diplomat Perancis tepatnya di Portugal. Ialah Jean Nicot, ia mulai memperkenalkan tembakau itu pada kalangan pembesar sipil dan militer pada tahun 1560. Jean Nicot juga memastikan kalu tembakau yang mereka ciumi bisa memancing orang untuk bersin berkali-kali hingga bisa meredakan sakit kepala.
Atas jasa Jean Nicot, Swedia lewat linnaeus, tembakau ini diabadikan dengan nama Nicotiana Tabacum. Akhirnya, zat ajaib yang terkandung dalam tembakau itupun disebut sesuai dengan nama Nicot: Nicotin. Baru pada tahun 1960, dikalangan perokok Amerika Serikat diketahui bahwa kandungan nikotin yang bersifat menenangkan itu bisa menyebabkan rangsangan terhadap sel kanker pada paru-paru.
Hasil pengamatan dan penelitian bertahun-tahun di Amerika terungkap, bahwa kaum perokok hidup 3 atau 4 tahun lebih pendek dari orang yang bukan perokok. Perokok berat (dua bungkus sehari) malah 8 taun lebih pendek. Biang keladinya adalah, terhambatnya darah yang mengedarkan oksigen kedalam tubuh.
Tapi apa mau dikata?
seluruh dunia dari berbagai kalangan justru semakin banyak menjadi perokok. Lalu yang semakin terjadi di Amerika pada waktu itu pemerintahan menghendaki agar kesenangan mereka para (perokok)jangan diganggu. Selain memberi kenikmatan yang murah ongkosnya, rokok-merokok juga memberi uang bagi kas negara dengan menarik cukai tembakau dari pabrik rokok tersebut. Hingga pada tahun 1965, Amerika Serikat mengeluarkan undang-undang yang mengatur penjualan rokok, karena pemerintah tentu kewalahan kalau mengatur si perokok.
Akhirnya semua pabrik rokok dihimbau agar mencantumkan peringatan pada bungkus rokok tentang gangguan kesehatan akibat merokok. Mulanya pabrik rokok tidak setuju dengan adanya imbauan pemerintah. Jelas tidak ada yang mau membeli kalau menjual sesuatu yang mengandung peringatan larangan merokok. Itupun karena penghasil rokok mengetahui kalau tembakau tersebut tidak bisa dipisahkan dari pemakainya yang semakin subur `meracuni` berbagai lapisan masyarakat. dan tentu saja, peringatan atau larangan merokok sampai saat ini hanya lelucon saja. Karena hampir 80% dari seluruh dunia adalah perokok..

1 komentar: