Proses jalannya sidang tilang di pengadilan

lagi pengen nulis dan bahas masalah hukum di negeri kita ini nih, apa lagi akhir - akhir ini yang paleng banter masalah yang bersangkut pautan dengan polisi :-a yang sebenernya juga pak polisi itu pengabdian nya sungguh sangat bijaksana, kalau hal itu di lakukannya dengan sungguh - sungguh dengan penuh tanggung jawab pula. :-d berikut akan aku bahas tentang bagaimana jalan nya atau prosedur penyelesaian tilang dengan sidang.

  1. Prosesnya, kalau mendapat surat tilang, cek tanggal sidang. Jangan lupa pastikan di wilayah mana lokasi pelanggaran terjadi. Juga tempat sidang tergantung wilayah pelanggaran dilakukan.

  2. Kalau kena tilang di Jakarta Barat, berarti sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Kena di Bandung, walaupun orang Jakarta, sidang tetap berlangsung di Pengadilan Negeri Bandung. 

  3. Untuk sidang, tentunya datang di hari yang sudah ditentukan di surat tilang. Kemudian langsung menuju loket pendaftaran dan mengambil nomor urut sidang

  4. Setelah mengambil nomor urut, tunggu giliran masuk ruang sidang. Hakim menanyakan kesalahan si pengendara. Jika si pengendara setuju dan menerima kesalahan, hakim tinggal ketok palu. Tok.tok.tok. Tanda sidang usai. 

  5. Jika pengendara tidak menerima dakwaan, ia bisa mengajukan bukti penguat ketidaksalahannya. Kalau ini yang dipilih, prosesnya tentu akan lebih lama lagi. Sebab, pengadilan juga akan menguji bukti yang diajukan. Prosesnya tidak bisa sekali jalan. Sidang bakal kembali dilanjutkan. 

  6. Setelah proses di pengadilan tingkat I (Negeri) tetap gagal. Dan pengendara tetap ngotot tidak menerima kesalahan, maka bisa mengajukan banding ke pengadilan lebih tinggi (Pengadilan Tinggi). Konsekuensinya, memakan waktu dan biaya lebih lagi. Pilihan menerima atau menolak keputusan tergantung. 

  7. Jika ketika jadwal sidang berhalangan hadir, denda tilang tetap bisa dibayar lain waktu. "Tapi nggak perlu sidang. Karena denda sudah ditentukan hakim. Pengendara dianggap menerima keputusan," tegas Aiptu Sumardi lagi. 

  8. Jika dianggap sudah selesai, bikers dipersilakan menuju loket pembayaran untuk membayar denda sesuai keputusan yang ditetapkan Hakim. Baru deh mengambil barang bukti yang disita polisi. Beres.
untuk denda pada saat sidang murni hak hakim menentukan berapa yg tertera di undang2 adalah denda maximal jika tidak bisa hadir....

Sumber : http://www.kaskus.us/showpost.php?p=444439365&postcount=9

Sebenernya masih banyak hukum di pemerintahan Indonesia ini yang perlu di perbaharui, hal sidang seperti ini pastinya akan lebih banyak kekurangan nya, dari segi negatif banyak sebagian dari kita malas untuk mengambil jalur persidangan ini, padahal sebenernya kalau kita ikuti sidang ini Denda bisa lebih murah tapi kembali lagi ke tingkat kesadaran diri kita sendiri. 

males nya ngantri itu lho, minta ampun.. :-d

Tidak ada komentar:

Posting Komentar