Android Bikin RIM BlackBerry Bangkrut

Dari berbagai pemberitaan dan pengamatan secara langsung, sepertinya nasib RIM dan BlackBerry di Indonesia semakin gelap. apalagi ditambah adanya laporan yang mengatakan bahwa Blackberry tidak terjual satu unit pun di beberapa toko retail di Amerika Serikat dalam beberapa bulan ini. Ironis kalau mengingat beberapa tahun sebelumnya, BlackBerry mempunyai kekuatan yang seakan-akan sulit ditandingi. Namun, ketika Android dan iOS merajai pasaran, perangkat besutan Research In Motion (RIM) tersebut menjadi tidak laku di pasaran.



Seperti yang dilansir BGR (13/09), nasib BlackBerry semakin terpuruk ketika banyak vendor mulai merilis produk-produk baru mereka, seperti Apple, HTC, Sony, Samsung, LG bahkan Nokia yang sempat terpuruk, juga terlihat mulai bangkit. Beberapa toko mengatakan bahwa mereka kemungkinan tidak akan memajang produk dari RIM untuk tahun depan karena selama beberapa bulan terakhir, belum satu pun perangkat BlackBerry yang berhasil terjual. Bahkan kabar BlackBerry 10 yang akan dirilis di awal tahun 2013 juga kurang greget.

Dari Laporan IDC per tanggal 13 September 2012 juga mengabarkan kalau kekuatan BlackBerry mulai diambil alih oleh Android. Dimana Android kini merupakan sistem operasi smartphone terpopuler di Indonesia. Raihan pangsa pasar Android di Indonesia menurut laporan IDC tersebut adalah 52%. Ini artinya tidak butuh waktu lama bagi Android untuk bisa mengambil alih pasar BlackBerry di Indonesia. Seperti dilaporkan sebelumnya, pada kuartal kedua yang lalu, BlackBerry masih merupakan platform smartphone terpopuler di Indonesia. Namun hanya butuh tiga bulan, Android berhasil menguasai pasar sistem operasi smartphone di Indonesia.

Berikut sedikit gambaran mengapa Android akan membunuh BlackBerry di Indonesia secara perlahan-lahan.

Harga Android sangat terjangkau. Android mampu memberikan harga yang sangat masuk akal bagi berbagai tipe konsumen di Indonesia. Dengan teknologi terkini seperti layar sentuh dipasarkan hanya 800 ribu rupiah. Selain itu teknologi Android yang memungkinkan pengguna melakukan koneksi internet dengan harga murah.

Aplikasi Google Play yang terus bertambah. Peran aplikasi dan pasar aplikasi sangat menentukan untuk platform smartphone, apalagi jika aplikasi tersebut dapat diperoleh dengan gratis. Artinya jika bisa gratis mengapa harus bayar. Mungkin di OS lain beberapa aplikasi harus dibeli, sedangkan di Google Play didapatkan dengan gratis.

Teknologi Layar Sentuh yang lagi populer. Layar sentuh memudahkan pemakai smartphone untuk menggunakan smartphone mereka, dimana teknologi layar sentuh dengan keyboard di layar sudah menjadi ciri Android. Berbeda dengan BlackBerry, sebagian besar produk smartphonenya masih mengadalkan keyboard QWERTY. Teknologi layar sentuh ini juga menjadikan smartphone Android button less dan kelihatan keren kan...

Belum lagi BlackBerry masih menawarkan produk yang itu-itu saja. Hampir gak ada teknologi baru dari mereka. Kalau mau dilihat lagi, Android dengan harga 800 ribuan sudah mampu koneksi ke jaringan EVDO (3,5G). Apalagi di jaman internet mobile, perangkat yang mampu memberikan koneksi cepat dengan harga murah merupakan musuh terbesar. Konsumen jelas membutuhkan perangkat yang memiliki koneksi terbaik. Android dengan kombinasai harga terjangkau dan koneksi minimal 3G menjadi pilihan konsumen sehingga mereka mulai meninggalkan BlackBerry.

Mampukah Blackberry kembali bangkit atau Android bakal menguburnya? Satu-satunya jalan tentu saja menelurkan inovasi baru yang bisa memikat pasar, kalau tidak Android ini bakal menumbangkan kerajaan RIM Indonesia, bagaimana menurut anda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar