Pesan Kejeniusan Di Film 3 Idiots

Ini film Bollywood tentang kisah ketololan 3 pemuda India yang menyampaikan pesan kejeniusan di dalamnya. Uniknya, “3 Idiots” yang banyak menggugat sistem pendidikan ini disampaikan dengan sindiran-sindiran jenaka yang kita sebagai penonton akhirnya sukses tertawa untuk menertawai kesemrawutan pendidikan konvensional yang selama ini kita temui. 


“3 Idiots” memang mengisahkan 3 pemuda yang dianggap idiot yaitu : Farhan, Rancho dan Raju. Namun pada substansi film tersebut, nyatanya semua tokoh yang berperan, menyampaikan pesan masing-masing.

Rancho si jenius yang masuk dalam kasta 3 idiots dengan sikap tersirat berusaha merobohkan sistem pendidikan yang menurut dia diibaratkan seperti mesin yang dipaksa bekerja keras menghafal materi pelajaran.

Sedangkan di pihak seberang ada Chatur si mahasiswa teladan memaksimalkan diri menempuh kesuksesan dengan memburu prestasi di kampusnya. Di film ini digambarkan jelas tentang persaingan otak kanan (Rancho) melawan otak kiri (Chatur).

Farhan dan Raju dengan latar belakang keluarga masing-masing juga urun pesan disini. Yaitu pesan tentang ayah Farhan yang kekeuh mendambakan anaknya menjadi insinyur mesin, padahal Farhan sama sekali tidak menyukai mesin, yang dia suka adalah fotografi alam liar.

Keinginan ayah Farhan sangat beralasan, dia pikir menjadi insinyur mesin bisa sukses dan memiliki mobil mewah kemudian bahagia. Namun jauh di lubuk hati farhan kebahagian baginya ada manakala dia bisa menyalurkan hobynya.

Disinilah banyak kita temui scene mengharukan ketika Farhan dan sang ayah saling mencoba meyakinkan pendapatnya dengan kalimat-kalimat “nendang”.

Sedangkan Raju yang aslinya menyukai mesin tapi tak pernah mendapat prestasi baik di kampusnya. Maka Rancho menganalisa dengan klaimnya terhadap Raju yang terlalu penakut, menggantungkan pilihannya kepada jalan yang ditentukan dewa. Dia digambarkan sebagai ahli ibadah yang lebay, saking alimnya, jalan hidupnya tak realistis. Dia banyak mengenakan cincin untuk perlindungan keluarganya. Namun karena sikap itu, dia jadi ketergantungan terhada dewa dan takut merubah jalan hidupnya.

Kisah cinta antara Suhal dan Pia (anak Mr Virus, rektor kampus 3 idiots) juga menjadi bagian dai pesan moral film ini. Bahwa cinta yang sebenarnya tak bisa dinilai dengan pemberian barang mewah. Seperti yang sering dideskripsikan tentag tokoh suhal yang di film ini dijuluki “Si label harga”.

Kemudian sikap diktaktor Mr Virus yang memaksa anak-anaknya, murid-muridnya untuk tunduk dalam sistem yang dia bangun. Tokoh Mr Virus tak kalah memberikan efek “o iya..ya” kepada kita para penonton untuk menyadari keburukan sistem otak kiri di dunia kampus dan keluarga.

Di film ini walau Farhan diposisikan sebagai narator yang mengisahkan pengalaman belajarnya di kampus dulu, namun yang menjadi tokoh sentralnya adalah Rancho. Si baba perubah mindset semua orang-orang di sekelilingnya. Film ini bagaikan film “sang Pemimpi” (SP) di mana Lukman Sardi (Ikal Dewasa) menceritakan Arai yang menjadi sahabat tercintanya saat remaja dulu.

Namun tak seperti SP, yang kita diberi banyak ruang unduk menye-menye mengaru biru, terlebih didukung scorring musik olahan Titi Sjuman dan Wong Aksan yang begitu menyentuh. Di 3I, banyak adegan mengharukan namun tetap saja dibalut dengan aneka kekonyolan. Seperti penyadaran sosok jenius Ranchu si baba penyelamat yang nyatanya tak sempurna. Dia banyak memberi motivasi dan merubah pola pikir orang lain, namun dia sendiri takut menyatakan cintanya kepada Pia.

Tak ada adegan renungan dengan aluanan  musik yang melankolis di scene ini, yang kita dapati malah ceng-cengan hinaan dari Raju dan Farhan sambil menertawai habis-habisan. “Kau menyuruhku untuk tak takut menghadapi wawancara, tapi kau sendiri takut mengungkapkan cinta kepada Pia. Kalo kamu bisa mumbuktikan keberanianmu itu, maka aku janji, aku tak akan takut menghadapi apapun.” Itu kata Raju.

Sedangkan Farhan bertaruh akan berani bicara kepada ayahnya untuk beralih menjadi fotografer, bila Rancho mampu mengungkapkan cintanya pada Pia.

Maka disinilah lagi-lagi kita temui kembali pesan moral tentang cinta pada film Idiot, juga disajikan dengan kalimat tak sendu namun konyol:

“22 menit yg kulewati berasamamu di motormu, itu 22 menit yg terbaik dalam hidupku.aku rela habiskuan hidupku di motor itu.”

Dalam satu Film ini kita akan temui beragam pesan moral, diantaranya:

-Sistem pendidikan –> Ada di scene saat Rancho diminta mengajar di depan kelas oleh Mr.Virus

-Ilmu pengetahuan –> Kita diingatkan bahwa air asin adalah menghantar listik terbaik (termasuk air kencing hehe)

Juga ketika Rancho berhasil menyalurkan sumber dari aki ke komputer saat persalinan kakak Pia.

-Hakikat cinta –> Simak upaya Rancho merebut Pia dari Suhal!

-Hubungan ortu dan anak –> Kita bisa pahami tentang kesalahan mendidik anak oleh ayah Farhan yg egois, ayah Pia yang diktaktor dan ayah Ranchadas Chanchad yang terobsesi butuh gelar untuk anaknya untuk tetap jadi keluarga terpandang.

-Persahabatan –> Ketika Rancho menyelamatkan ayah Raju,

-Pengorbanan –> Ketika Rancho mencuri soal ujian untuk Raju

-Pembajakan ilegal –> Apakah Anda pikir Farhan sedang menjawab pertanyaan dari Pia ketika dia bingung mengapa ada Chatur yang terbekap di mobil? Farhan menjawab: “Cerita  ini rumit untuk dijelaskan, bahkan tak ada subtitlenya.”

Saya baru menyadari, saat itu Farhan sedang berpesan kepada pembajak film ilegal, yang habis download langsung cari subtitle terjemahan film tersebut. Apalagi kualitas terjemahan subtitle yang gak karuan, maka menikmati film ini menjadi cerita rumit untuk dijelaskan.

Sumber : http://padahal.wordpress.com/2010/09/24/pesan-kejeniusan-oleh-para-3-idiots/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar