Study Banding Ke Jepang Ala Maya

hari ini saya tergelitik oleh salah satu thread yang menjadi Hot thread di kaskus. thread tersebut membahas tentang pendidikan yang ada di jepang, dan di dalam thread tersebut mengulas pula antara system pendidikan yang ada di jepang yang tidak ada di indonesia. nah bagi temen - temen yang pengen ikutan nimbrung dan ingin ikut menanggapi thread tersebut, mari berdiskusi disini. Arie


Isi dari thread yang bisa bikin saya tergelit mencungir yaitu berjudul 10 Budaya Sekolah Jepang Yang Perlu DiContoh. berikut saya kutip dan saya copy paste dari kaskus. 


PERBEDAAN SEKOLAH INDONESIA DENGAN SEKOLAH JEPANG

1. SERAGAM SEKOLAH

Dijepang, seragam sekolah mereka mayoritas sangat rapi dan memiliki kaitan jas. Sedangkan di Indonesia, seluruh sekolah dan tingkatan harus menggunakan seragam putih pada bagian kemeja, sedang bagian celana disesuaikan dengan jenjang pendidikannya, hijau untuk taman kanak-kanak, merah untuk sekolah dasar/madrasah/sederajat, biru untuk sekolah menegah pertama/tsanawiyah/sederajat dan abu-abu untuk sekolah menegah atas/kejuruan/aliyah/sederajat.

2. Transportasi
Dijepang, anak sekolahan dari tingkat dasar hingga tingkat atas dilarang keras menggunakan kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil, kecuali menggunakan angkutan bis siswa (umunya untuk anak taman kanak-kanak dan sekolah dasar). Sedangkan di Indonesia, anak sekolah dasarpun dibiarkan untuk naik sepeda, motor padahal belum cukup umur untuk menggunakan kendaraan ini. Mereka bahkan terlihat begitu bangga memperlihatkan motor dan mobil mereka kepada orang lain yang bisa saja membuat orang lain miris akan hal tersebut.

3. BANGUNAN / GEDUNG
Dijepang, gedung/bangunan pendidikan terlihat minimalis, modern, megah dan mewah. Sekolah dijepang mayoritas memiliki gedung olahraga yang luas dan lengkap, dan lapangan sekolahnya biasanya digunakan untuk acara-acara sekolah dan festival sekolahan serta untuk upara bendera. Tolietnyapun sangat terjaga kebersihannya.

 Untuk kebersihan kelas, biasanya setelah jam pulang sekolah sekitar pukul 3 sore, seluruh siswa dikelas gotong royong membersihkan kelas, menyapu dalam kelas, mengelap kaca, mengepel lantai, mengatur atribut kelas (meja dan kursi diatur rapi) sehingga pada keeokan harinya, tidak repot membersihkan kelas yang masih kotor dan halaman yang berhamburan sampah.

 Tidak seperti di Indonesia, lapangan upacara dijadikan banyak fungsi, baik olahraga, acara sekolah, fastival sekolahan bahkan sampai pacaranpun.

 Toiletnyapun dibiarkan kotor setelah digunakan, dan biasanya setelah lonceng pulang berbunyi, lansung keluar kelas dan buru-buru pulang. Sehingga pada keesokan harinya, sekalipun saat jam pelajaran sedang berlansung, masih ada yang sibuk membersihkan ruang kelas. Kenyataan yang sangat miris untuk kita.

4. JAM MASUK
Jepang punya peraturan sendiri soal jam masuk sekolah, biasanya dari pukul 8 pagi hingga 3 sore., bagi yang terlambat masuk harus membuat surat pernyataan untuk tidak terlambat lagi. Jika terulang untuk kedua kali, maka siswa akan diskorsing hingga waktu yang ditetapkan pihak sekolah.

 Ini jelas membuat siswa frustasi dan ketinggalan pelajaran, mereka bahkan sangat malu karenanya. Tidak dibenarkan bagi seorang siswapun untuk keluar saat jam sekolah, kecuali untuk hal genting. Kantin sekolahpun digratiskan untuk para siswa saat jam istirahat, biasanya mengantri untuk dapat makanan, hal ini dimaksudkan untuk menghindari para siswa menjajaki makanan yang tidak sehat dan menghindari kurangnya konsentrasi siswa saat jam pelajaran.

 Beda halnya di Indonesia yang mengetatkan aturan jam masuk pukul 7 pagi, bahkan di Jakarta sendiri berlakukan jam masuk pukul 6.30 untuk menghindari macet yang parah di pusat kota. Bahkan lebih parah lagi, pada SMK pembangunan diberlakukan jam masuk pukul 6 pagi dan pulang jam 4 sore, sangat miris!!

 Jika terlambat, siswa akan di jemur selama beberapa menit sebagai hukuman, pada beberapa sekolah tertentu, siswa yang masuk harus membawa sampah berserakan dihalaman depan sekolah. Bahkan jika siswa terlambat berulang kali, seringkali diabaikan dan diberlakukan hukuman yang sama, jelas ini membuat siswa makin kebal aturan sekolah.

 Siswa sekolah jelas memiliki sejuta alasan untuk keluar sekolah untuk membolos, seringkali guru piketpun mengabaikan hal itu. Para siswa yang tidak mebawa uang jajan jelas dibiarkan kelaparan, ditanyapun tidak, jelas hal yang miris!! Bahkan tidak dilarang untuk menjajaki dagangan luar sekolah yang belum terjamin kebersihannya.



10 HAL TENTANG PENDIDIKAN DI JEPANG
Kita tahu bahwa Pendidikan di Jepang sangatlah berkualitas. Ini terbukti dari pendidikan penduduknya yang mayoritas berhasil. Mereka tumbuh menjadi insan-insan profesional dan teruji hingga membawa dampak pada perkembangan kemajuan negaranya di segala bidang.

 Kali ini marilah sedikit kita mengetahui bagaimanakah negara ini mengatur sistem sekolah bagi warganya.
  1. Ajaran Baru di Jepang di mulai pada bulan April dan berakhir pada Maret tahun berikutnya. ini berlaku pada setiap tingkatan (SD-Perguruan Tinggi)
  2. Jepang menggunakan sistem CAWU. Dalam setahun ada 3 CAWU. Beda dengan di Indonesia yang menggunakan sistem semester. Agustus-September libur musim panas selama 40 hari. 
  3. Bulan September masuk 5 kali dalam seminggu.
  4. Usia 6 tahun adalah usia wajib belajar bagi anak-anak Jepang. Bagi Orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya ke SD-SMP akan di hukum oleh pemerintah.
  5. Jepang tidak mengenal sistem “tidak naik kelas“. Semua siswa akan naik ke tingkat selanjutnya secara otomatis. Sehingga di setiap tingkat tetap terisi oleh anak-anak yang seusia.
  6. Jepang tidak mengijinkan adanya kelas khusus / kelas unggulan atau akselerasi bagi mereka-mereka yang pintar-pintar dalam satu kelas khusus. Jepang hanya mengijinkan anak-anak yang pintar dalam Ilmu Sains dan Teknologi saja yang bisa masuk Perguruan Tinggi lebih cepat.
  7. Kurikulum di Jepang akan diperbarui dalam tempo 10 tahun sekali mengikuti perkembangan teknologi yang ada.
  8. Evaluasi tidak hanya dari guru kepada siswanya, tapi juga siswa mengevaluasi gurunya demi manfaat pengajaran yang lebih baik.
  9. Jepang tidak mengenal standar nasional atau Internasional untuk pendidikannya. Jepang tidak menyediakan sekolah khusus bagi anak-anak yang pintar . mereka memandang bahwa sekolah adalah hak semua siswa di Jepang. di Indonesia misalnya ada SBI (sekolah berstandar Internasional) atau sekolah unggulan.
  10. Akan banyak simpati dari warga Jepang kepada Bos atau perusahaan yang memperkerjakan anak-anak yang memiliki keterlambatan berfikir, kecacatan dan juga keterbelakangan.
 Bagaimana dengan di Indonesia?, Apakah tidak ada keinginan kita mengadopsi keberhasilan negara lain dalam menyiapkan warganya menjadi warga yang terampil dan cakap serta bersaing secara International seperti Jepang?. Siap atau tidak siap bukanlah halangan, yang penting ada awal untuk memulainya.


Sumber : http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=16842300




bagaimana tanggapan temen - temen setelah membaca thread tersebut? apakah Negara kita Indonesia bisa mencontoh kebudayaan sekolah di jepang? apakah hal seperti itu bisa di terpkan di negara kita? apakah negara kita patut mencontoh akan budaya sekolah di jepang tersebut? ataukah temen - temen punya pendapat lain? Arie

karena begitu tertariknya saya dengan pembahasan thread di atas tersebut, iseng - iseng dah buat baca komentar dari para kaskuser atas tanggapan thread tersebut. dan saya rangkum dalam acara 7 ke unikan komentar dari thread 10 Budaya Sekolah Jepang Yang Perlu DiContoh [lha jadi malah kayak on semprot.Arie

Tanggapan Kaskuser yang paling patut saya acungi jempol, Arieadalah : eng i eng..
agan Wanche76

alaaaahh....sok ke jepang2 an...ane tinggal di jepang gk begitu nilai pendidikan di indonesia kalah ama mereka....
soal seragam...mau niru mereka yg pake rok ampe selangkangan...
soal fasilitas emang beda......tapi kita sudah jauh dari cukup mengingat Pajak sebagai salah satu sumber pembiayaan Public Service jauuuuhh sangat tinggi di Jepang....laah kita Naek BBM aja udah pada DEMO ancur2an...
murid sekolah Indonesia sangat berPotensi....ini patut di jaga, semua pasti ada dua ...BAIK dan BURUK
Jepang bisa maju seperti skrg, karena mereka membangun negara Step by Step....dan berkelanjutan...
di Indonesia Presiden satu ama yg lain gk pernah nyambung...
Point2 terakhir amat gk cocok sama Indonesia...biarkan sistem seperti skrg berkelanjutan....biar ketemu titik ideal nya....tiap bangsa punya cara dan sistim sendiri yg harus di jaga....benahi aja sistem kontrol, feedback dan research kita...
Jangan serba nyontoh gk ada yg kena...liat AMrika bagus tiru amerika, liat Korea bagus tiru korea, liat jepang bagus tiru jepang ampe lupa dgn 
Pembangunan karakter bangsa....NO WAY....
MAJULAHH INDONESIA .....
Sumber : http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=758359440&postcount=65 


Bener - bener komentar yang sangat membangun. komentar yang menurut saya memang masuk akal dan sangat rasional.

dan ini adalah salah satu alasan yang bisa di terima menurut saya, alasan timbal balik atas takdir yang cukup rasional Arie :

yah segala hal ada lebih & kurangnya..
 klo dblg skul msk jam 8 n plg jam 3 pagi...setau w bnyk plajar sana yg bunuh diri krna stress skul..pdhl sama" skul 7 jam..pljr di indo ga bunuh diri (ada mungkin,cuma dikit)
 trus klo misalnya smua skul di indo kayak di jepang..(jadi ga ada skolah unggulan)mungkin jdi nya buku plajaran di setiap skolah jg bakal sama karena kualitas sekolah disamaiin..klo plajaran kyk inggris gitu di skolah swasta di samaiin sama negri,mungkin bakal agak curang...jadinya anak swasta ngerasa inggris gampang,sementara anak swasta ngerasa inggris biasa aja,.bahkan mungkin kesusahan...
 so,beberapa hal dari skolah jepang bisa diterapin di indo (kebersihan,kerapihan,dll)..cuma beberapa hal ga bisa diterapin di indo

dan ini adalah salah satu komentar yang mungkin bisa di buat pengetahuan dan wawasan bagi kita semua.Arie

ehem nggak selamanya yang di Jepang sana itu baik.
 di Jepang sana, kebanyakan pelajar wanita tingkat smu sudah tidak ehem perawan lagi. bahkan mereka malu jika masih perawan.
 tapi yang ane salut dari Jepang itu mereka pekerja keras, saking kerasnya dan disiplinnya banyak mereka juga yang gila , dan bahkan sampai bunuh diri.
 di Jepang sana, bisa dibilang negri homogen, nyaris semuanya mengikuti arus dan terus begitu. Jika tidak mengikut arus maka siap" dikucilkan dari masyarakat. *ini ane dapet dari thread kaskus yang bilang mundurnya Produk" Jepang karena kalah saing dari Produk Korea

Nah, buat saya pribadi dapat saya simpulkan, bahwasannya para pejabat kita yang sering study banding keluar negeri mendingan sedikit di potong dah anggaran nya. kenapa?  dengan alasan, bahwasannya dengan berbrowsing ria seperti ini saya merasakan seperti sudah berekreasi dan study banding di jepang. jadi gak perlu dah ada anggaran yang berlebihan buat study banding ke negera orang, Arietoh di internet banyak kok. kalaupun emang perlu di kirimkan para wakil rakyat buat studi banding ke luar negeri ya di seleksi dulu lah pakde, siapa yang pantas buat di kirim kesana dan di pantau terus apakah bener - bener study banding atau kah cuma pengen Arie ngintipin miyabi mandi.
Arie

Tidak ada komentar:

Posting Komentar