Khotbah jum'at tak seharusnya mengandung Unsur SARA

Selesainya sidang tugas akhir bakalan jadi sering-sering update isi blog nih. maklum, mumpung banyak waktu luang.. Arie siang ini tadi hari juma'at waktunya umat muslim seperti saya ini menunaikan ibadah shalat jum'at di masjid. kata syahroni, ada sesuatu yang dapat saya kutip dari isi khotbah yang sudah khotib sampaikan kepada para jama'ah shalat jum'at masjid tersebut.


mengacu pada update status facebook :


Apa perlunya khotbah jumat membawa-bawa suatu kaum atau golongan tertentu seperti nasrani dan yahudi?.. Arie

kalau boleh di waktu itu aku bertanya, hal pertama yang akan aku tanyakan adalah
"yang hidup didunia apakah cuma kaum muslim, nasrani dan yahudi saja pak? kenapa kog gak skalian saja dsebutin 1/1.. Biar anak cucu kita yang pada hadir sebagai jama'ah shalat jumat ini tau, bahwasanya kaum itu adalah musuh bagi umat muslim...Arie

bukankah khotbah seperti itu hanyalah akan menimbulkan ancaman perpecahan antar umat beragama? wah, aku rasa yang jadi pembawa khotbah hari ini pasti kurang paham betul akan pelajaran PPKN SD dulu tentang kerukunan antar umat beragama. Arie

tetapi aku sebagai manusia biasa setengah curut Arie, mencoba memaklumi nya, bahwasannya mereka para pemuka agama juga manusia. tak luput akan kesalahan dan kekurangan.

ya semoga saja, para khothibers (khothib) bisa lebih hati-hati dalam memberikan khotbah atau ceramah bukan hanya waktu shalat jum'at saja melainkan ceramah-ceramah lainya agar lebih hati-hati dalam memilih kata untuk di ucapkan, agar tidak terjadi kesenjangan antar Suku Adat Ras dan Agama atau yang sering kita sebut sebagai SARAArie

Arie

Tidak ada komentar:

Posting Komentar