Banjir Bandang di Manado

Turut berduka, iseng - iseng searching di google, ternyata saudara ku yang setanah air di Manado sekarang ini lagi mengalami musibah banjir bandang, kirain cuma jakarta dan surabaya saja yang bisa banjir, ternyata manado kota kecil pun juga bisa kebanjiran.. mungkin ini adalah teguran bagi kita agar selalu mencintai alam yang sudah Tuhan titipkan pada kita.. semoga yang sedang menghadapi bencana ini di beri ketabahan.. Arie amin..


berikut cuplikan informasi dari berbagai sumber yang gw dapat dari google : 

Banjir di manado
bbc.co.uk :
Banjir bandang menerjang ibu kota Sulawesi Utara, kota Manado dan sekitarnya, Rabu (15/01), akibat hujan deras yang mengguyur sejak Selasa malam hingga Rabu pagi.

Tim SAR Manado mengatakan, banjir yang dilaporkan merendam ratusan rumah ini merupakan yang terbesar dalam dua atau tiga tahun terakhir. Laporan resmi menyatakan setidaknya empat orang meninggal dunia dan dikhawatirkan terus bertambah.

Sampai Rabu sore, upaya evakuasi terhadap korban masih sulit dilakukan, karena banjir yang terjadi di berbagai wilayah kota itu, kata Kepala Tim SAR Manado, Yanto Samijan.

"Kendalanya karena memang di setiap tempat, air cukup dalam, sehingga tidak bisa (bergerak) dari sisi satu ke sisi lain untuk membantu," kata Yanto Samijan, dalam wawancara dengan wartawan BBC Indonesia Heyder Affan, melalui telepon, Rabu (15/01) sore.

Sejumlah laporan menyebutkan setidaknya empat kecamatan di Kota Manado, yang paling parah mengalami banjir, dengan kedalaman maksimal antara dua dan empat meter.

Tim SAR Manado sejauh ini belum bisa memastikan berapa jumlah korban yang meninggal dunia.
Namun dalam wawancara dengan sebuah televisi swasta, Gubernur Sulawesi Utara S H Sarundajang mengatakan, setidaknya empat orang meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di Manado.


Kompas.Com :
MANADO, KOMPAS.com - Sejak pagi, tim SAR Manado disibukkan dengan penanganan bencana banjir yang mengepung kota itu, Rabu (15/1/2014). Melalui komunikasi yang digunakan para tim SAR, dikabarkan sebanyak 70 orang terjebak di lantai dua, di wilayah Ternate Baru, pukul 12.45 Wita.

"Mohon evakuasi segera air sudah mencapai di lantai dua, ada 70 orang, mohon segera," ujar seseorang melalui handy talkie tim SAR.

Selain itu, banyak pelajar yang terjebak banjir di Lapangan Tikala dan minta untuk dievakuasi. Demikian dengan warga di Perkamil banyak yang terjebak dan penyelamat dimohon mengarah ke sana.

Sementara itu di wilayah Ketang Baru air lebih dari satu meter, lalu di Malendeng warga mengeluh karena ditunggu sejak pagi belum ada tim evakuasi datang.


jpnn.com :
MANADO – Hujan yang mengguyur Kota Manado sejak Sabtu dan Minggu (16-17/2) ini mengakibatkan ribuan rumah tergenang banjir di berbagai tempat. Sebagian warga yang tinggal di tepi sungai seperti di Kelurahan Ternate Tanjung, Lingkungan I,II, dan III, Kota Manado, Sulawesi Utara sejak pukul 24.00 Wita telah mengungsi. Mereka mengungsi di SD Negeri 52 dan mesjid Darul Artam Ternate Tanjung. Tampak anak-anak dan orang tua menjadi prioritas yang diungsikan. 

Selain itu, pengumuman lewat pengeras suara juga dilakukan oleh pemerintah kelurahan setempat untuk mengigatkan warga agar waspada dan mengungsikan barang-barang penting ke tempat yang aman. “Kondisi hujan seperti ini kami telah siaga dan telah mengemas surat-surat penting seperti ijazah, sertifikat tanah, akte, mas, kendaraan dan lainnya untuk diungsikan,” kata Kamarudin Suhadi, saat ditemui di Mesjid Darul Artam.

Di tengah kondisi hujan dan air sungai semakin meluap, warga dengan payung dan jas hujan di Ternate Tanjung sibuk menyelamatkan barang-barang seperti kompor gas, tabung elpiji, kasur, televisi, pakaian, dan kursi. 

Ditempat terpisah, sekira pukul 12.30 wita, warga di kelurahan Ketang Baru juga mulai berbondong-bondong mengungsikan diri. Mereka juga mengungsikan barang-barang penting ke tempat yang aman. Namun pada siang hari, di lokasi ini telah digenangi air 100 persen.

Sementara itu, di Kelurahan Komo Luar lingkungan I,II, dan III banjir setinggi 4 meter di tepi sungai meremdam sekira 320 rumah. “Air sungai meluap sejak pagi hari, warga telah diungsikan ke tampat yang lebih tinggi seperti di Hotel Ahlan. Sebagian dari mereka masih dilakukan evakuasi,” kata Lurah Komo Luar Muhammad Pakaya, saat di temui dilokasi banjir di Lingkungan I. 

Kantor wali kota Manado dan lapangan Sparta Tikala juga menjadi terendam. Air mengenagi lokasi ini setinggi lutut kaki orang dewasa. Tampak mobil pemadam kebakaran pemkot Manado pun segera diungsikan ke tempat yang lebih tinggi.

Kondisi yang sama juga terjadi di Kelurahan Paal II di belakan diler Honda. Rata-rata rumah yang terletak di bibir sungai tergenang banjir setinggi 4-5 meter. “Luapan air sungai sangat tinggi, sehingga membuat satu unit rumah terbawa banjir,” ujar salah seorang warga setempat. Selain itu, ternak warga seperti babi pun ikut diungsikan di tepi jalan karena lokasinya lebih tinggi.

Di tempat lain seperti di Kelurahan Perkamil, air juga mengenangi rumah warga. “Banjir mengenagi rumah warga dari lingkungan 1-4,” kata kepala lingkungan VIII Siwu Suwu. Selain itu, jembatan maesa yang menghubungkan Perkamil dan Paal Empat juga digenangi banjir sehingga tidak bisa dilewati.

Setelah air berangsur surut, berbagai pos bantuan pun datang. Seperti di Paal II. Tampak warga sedang memasak mie instan. Selain itu pihak kepolisian dan TNI juga sibuk mengevakuasi korban bajir seperti di Komo Luar. 

Kondisi ini diperparah dengan kebiasaan warga yang sering membuang sampah sebarang. Menurut Boy Waturandang, yang juga petugas pemantau air di Kelurahan Dendegan Luar mengatakan, setiap hari sampah yang melewati sungai sangat banyak. 

“Ini membuktikan bahwa kesadaran membuang sampah masyarakat masih rendah dan menjadi salah satu penyebat banjir,” kata Waturandang, saat di temuai di pos pemantau air. “Kondisi sungai juga sudah terjadi pendangkalan ditambah dengan sebagian warga sekitar tepi sungai marak membangu keramba sehingga mempersempit alur jalannya air sungai ketika hujan tiba,” tambahnya. (ctr-02)


Tempo.Co :
TEMPO.CO, Manado - Ribuan rumah dan kendaraan di Kota Manado terendam banjir, Rabu, 15 Januari 2014. Ketinggian air mencapai 3 meter di beberapa daerah, termasuk di Kecamatan Singkil dan Tikala.

Berdasarkan pantauan Tempo, atap rumah-rumah yang berada di sekitar daerah aliran sungai bahkan sudah tak terlihat lagi. Hingga pukul 12.00 Wita, belum ada laporan korban jiwa akibat banjir.

Kerugian materi karena bencana ini diperkirakan sudah mencapai miliaran lantaran seluruh kecamatan di Kota Manado terendam banjir.

Akibat banjir ini, masyarakat masih sibuk mengungsikan barang-barang mereka ke rumah yang lebih tinggi atau di lantai dua rumah ibadah yang berada di sekitarnya.

Selain rumah, mobil dan sepeda motor milik warga juga terendam banjir. "Mau bagaimana lagi. Sepeda motor mau diangkat, tapi tidak tahu mau ditaruh di mana. Terpaksa biar saja terendam banjir," kata Sartono Anwar, warga Singkil.

Banjir besar ini menyebabkan aktivitas belajar-mengajar maupun perkantoran lumpuh total.



Liputan6.com :
Liputan6.com, Manado : Banjir bandang dan longsor menerpa Kota Manado, Sulawesi Utara. Akibatnya aktivitas warga setempat lumpuh. Warga terisolasi, jalan terputus, beberapa rumah hanyut. 
"Kota Manado sudah terisolasi! Arah dari Tomohon sudah tidak bisa dilewati karena jalan sudah putus! Arah dari Tara turun Tanawangko sudah tidak bisa dilewati, jembatan putus," kata Staf Ahli Pangdam Wirabuana, Kolonel Inf Yance Woley dalam pesan tertulis kepada Liputan6.com di Jakarta, Rabu (15/1/2014).

Disebutkan, jembatan Tateli putus dan beberapa rumah juga sudah hanyut. Sementara, akses dari arah Tanggari, jembatan Tanggari juga sudah putus.

"Arah Ringroad, jembatan di Ringroad sudah putus," tulisnya lagi. Atas kondisi tersebut, Pemerintah Kota Manado memutuskan untuk meliburkan sejumlah sekolah. Kebijakan pemerintah Kota Manado, pelajar Sulut hari ini diliburkan.

Warga Manado pun diminta untuk berhati-hati, mencari tempat yang aman, dan tidak bepergian ke luar rumah. "Warga Manado diharapkan kebijakannya. Jangan ada yang bepergian jauh. Pohon tumbang di mana-mana," tulis dia.

Bagi warga Manado yang membutuhkan bantuan, harap menghubungi nomor berikut: Pemkot Manado (0431851103), SAR Manado (0431812111) Kodim 1309 Manado (0431827105), Polresta Manado (0431840269), Ambulans(118). 
(Riz/Ism)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar